Menu

Mode Gelap
Pegawainya Viral di Medsos, Dirut RSUD Ibnu Sina Gresik : Masalah Pribadi dan Kita Tarik dari Pelayanan Diduga Oknum Penyidik Polres Probolinggo Tidak Profesional Dinilai Merendahkan Profesi LBH Final Golkar Cup 2026 di Batur Meriah, Sepak Bola Dorong Semangat Kebersamaan dan UMKM Hampir Tiga Tahun Menanti Akta Tanah, Warga Banyuanyar Tengah Minta Kepastian Festival Antikorupsi Meriah, Dugaan Honor Paskibraka Masih Menggantung DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

Pemerintahan

Tekan Stunting, Pemdes dan Kader Posyandu Sidorejo Gencar Edukasi Gizi ke Masyarakat

badge-check


					Tekan Stunting, Pemdes dan Kader Posyandu Sidorejo Gencar Edukasi Gizi ke Masyarakat Perbesar

 

GRESIK, IniBaruBerita.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Sidorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik terus menggencarkan edukasi pentingnya menjaga asupan makanan bergizi demi menekan angka stunting. Salah satu langkah kongkrit adalah menggelar pelatihan pengisian buku check up balita dan lansia, serta ibu hamil dan menyusui.

Tujuan kegiatan ini yakni memantau tumbuh kembang anak serta memotivasi ibu hamil dan menyusui agar tetap menjaga pola makan bergizi. Selain itu, pelatihan juga diisi dengan pengobatan gratis.

Pj. Kepala Desa Sidorejo Saiful Haq mengatakan, pelatihan check up balita dan lansia, serta ibu hamil dan menyusui ini tidak hanya melibatkan pemerintah desa (Pemdes) dan kader posyandu. Tetapi juga menggandeng Puskesmas Bungah.

“Dari Puskesmas Bungah ada Ibu Fitri Nafazah, peserta 20 kader Posyandu, 6 perangkat desa dan 5 RT RW se-Desa Sidorejo,” ujarnya.

Saiful menjelaskan bahwa pemberian edukasi maupun pelatihan bagi ibu balita dan lansia, serta ibu hamil dan menyusui ini rutin digelar setiap bulan oleh pemerintah desa bersama Ponkesdes, penggerak PKK dan Kader Posyandu.

“Setiap bulan ada giat dari bidan desa di Ponkesdes pemeriksaan dan pengobatan gratis dan balita Lansia bersama penggerak PKK dan Kader Posyandu, diikuti rutin sekiar 70 Lansia dan 30 an balita,” terang dia.

Pihaknya berharap upaya pemberian edukasi gizi dan pelatihan semacam ini dapat mengintervensi angka stunting di daerahnya. Sebab dibutuhka peran penting semua pihak, apalagi pemdes, kader Posyandu merupakan garda terdepan yang langsung berada di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Probolinggo Setujui P-APBD 2026, Efisiensi Anggaran dan Kepentingan Masyarakat Jadi Prioritas

10 September 2026 - 04:19 WIB

RDP DPRD Probolinggo Soroti Dampak Jalur Alternatif Selama Renovasi Jembatan Curah Bubur

9 September 2026 - 13:45 WIB

Data Desil Berubah, Gus Haris Soroti Ketidaktepatan Data: Anggota DPR Desil 2, Nenek Sepuh Desil 9

9 September 2026 - 13:38 WIB

SILPA Tinggi dan BTT Hampir Habis, Pemkab Probolinggo Berjanji Benahi Pengelolaan APBD

3 September 2026 - 20:14 WIB

Jembatan Curah Bubur Ditutup Total, DPRD Probolinggo Soroti Keselamatan Warga di Jalur Alternatif

3 September 2026 - 03:05 WIB

Trending di Pemerintahan