Menu ✖

Mode Gelap
7 OPD Pemkab Probolinggo Transaksikan Rp691 Juta ke Satu Penyedia, Pengadaan Jadi Sorotan JKN Probolinggo Turun Drastis, Rendra Soroti Nasib Warga Miskin Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah dari Rumah, Alfiana Firda Afnaini Salurkan Bak Sampah ke Lima Desa Kenalkan Dunia Parlemen Sejak Dini, TK Tunas Bangsa Kunjungi Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo Golkar Probolinggo Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput Lewat Rakerda dan Pelantikan Massal Pengurus Kecamatan Tuntas 100 Persen! LPJ LDNU Gresik Buktikan Sukses Besar Dakwah Aswaja Selama 5 Tahun

Politik

Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk

badge-check


					Kalah dari Thailand dan Vietnam, Nila Yani Kritik Keras Harga Tiket Maskapai Mahal dan Layanan Buruk Perbesar

JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, mengkritik tingginya harga tiket pesawat domestik serta buruknya layanan maskapai yang dinilai menghambat pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Menurut Nila Yani, sektor pariwisata Indonesia sebenarnya tengah mengalami kebangkitan. Namun, dalam persaingan global, Indonesia dinilai mulai tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam yang semakin agresif menarik wisatawan mancanegara.

Ia menilai ketertinggalan tersebut bukan semata karena kurangnya promosi, melainkan adanya persoalan struktural yang belum terselesaikan. “Persoalan utama kita terletak pada konektivitas ke destinasi yang masih terbatas, biaya perjalanan domestik yang mahal, serta kesiapan layanan di daerah yang belum konsisten,” ujarnya.

Nila Yani juga menyoroti tingginya harga tiket pesawat domestik yang kerap dikeluhkan masyarakat. Bahkan, pada momentum libur panjang terakhir, biaya perjalanan ke sejumlah destinasi dalam negeri disebut lebih mahal dibandingkan perjalanan ke luar negeri.

“Ini adalah persoalan berulang yang tidak bisa terus dibiarkan tanpa solusi yang jelas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain harga tiket, ia turut menyoroti kualitas layanan maskapai domestik yang dinilai masih jauh dari harapan. Beberapa masalah yang disampaikan antara lain keterlambatan penerbangan tanpa kepastian, kebersihan pesawat yang kurang terjaga, hingga minimnya perawatan serta pembaruan fasilitas di dalam pesawat.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap citra pariwisata Indonesia di mata wisatawan. “Jika tiket domestik lebih mahal dari internasional dan pelayanan maskapai seperti ini, maka wajar jika publik mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap pariwisata nasional,” katanya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk segera melakukan komunikasi lintas sektor guna menyelesaikan persoalan tersebut secara menyeluruh, terutama terkait transportasi, harga tiket, konektivitas, serta keberlanjutan lingkungan di destinasi prioritas.

“Ke depan, kita tidak bisa lagi bekerja secara sektoral. Pariwisata harus dibangun secara terpadu agar benar-benar menjadi motor pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi nasional,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Angga Purwancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JKN Probolinggo Turun Drastis, Rendra Soroti Nasib Warga Miskin

5 November 2026 - 05:07 WIB

Golkar Probolinggo Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput Lewat Rakerda dan Pelantikan Massal Pengurus Kecamatan

2 November 2026 - 10:29 WIB

Reses Masa Persidangan I 2026, H. Muhammad Zubaidi Fraksi Gerindra Serap Aspirasi Warga Tiga Kecamatan

29 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Reses di Pajarakan, H. Wahid Nurahman Tampung Aspirasi Warga untuk Perjuangkan Prioritas Pembangunan

29 Oktober 2026 - 01:19 WIB

DPRD Kabupaten Probolinggo Matangkan Empat Raperda Inisiatif, Pansus Dorong Harmonisasi Final

22 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Trending di Politik